marquee

| Ingin punya website sendiri? silahkan klik http://www.niagahoster.co.id/ref/4028 |

Senin, 25 November 2013

Cara menentukan kiblat dengan matahari

Tahukah anda, jika anda hidup di wilayah indonesia dan sekitarnya, pergeseran arah kiblat sebesar 1 derajat saja bisa melencengkan arah sekitar 100 km dari titik Ka’bah. Semakin jauh kita dari Ka’bah lencengan arah ini akan semakin besar. Jadi, sangat dianjurkan untuk setepat mungkin menentukan arah kiblat ini, baik bagi masjid dan mushola maupun ketika kita sholat di rumah atau kantor.
Untungnya menentukan arah kiblat dengan tepat itu tidak sulit. Tidak perlu alat canggih. Dengan berbekal sinar matahari, kita bisa menentukannya dengan amat teliti. Cara ini bahkan bisa lebih teliti dibandingkan dengan menggunakan kompas yang sangat mudah terpengaruh dengan medan magnet di sekitarnya.

Istiwa A'zham (Persinggahan Utama) - Saat Matahari di Atas Ka'bah

Saat matahari di atas Ka'bah, 28 Mei dan 16 Juli, adalah salah satu cara menentukan arah kiblat.Dalam satu tahun masehi, matahari singgah dua kali tepat di atas Ka’bah. Hal ini merupakan pengetahuan yang sudah tua umurnya. Namun sepertinya masyarakat awam tidak banyak yang mengetahui. Dalam bahasa arab disebut sebagai peristiwa Istiwa A’zham (Persinggahan Utama).
Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Mei (atau 27 di tahun kabisat) pukul 12:18 waktu Mekah dan 16 Juli (atau 15 di tahun kabisat) pukul 12:27. Artinya, semua orang yang bisa melihat matahari pada saat itu dan menghadapkan wajahnya ke sana telah menghadapkan wajahnya ke kiblat. Atau jika kita melihat bayangan benda yang tegak lurus di atas tanah, maka bayangan tersebut akan membentuk garis arah kiblat.
Bagi yang di Indonesia, waktu kejadian tersebut adalah 28 Mei jam 16:18 WIB dan 16 Juli jam 16:27 WIB. Jadi, bagi yang ingin mengecek atau melihat benar tidaknya arah kiblat yang digunakan selama ini silakan keluar pada waktu tersebut dan lihat matahari (atau bayangannya).

sumber: http://www.al-habib.info/arah-kiblat/cara-menentukan-kiblat-dengan-matahari.htm

Cara menentukan arah utara matahari

Untuk keperluan penentuan arah kiblat, yang biasa ditanyakan adalah: bagaimana menentukan arah utara. Hal ini disebabkan informasi arah kiblat yang biasa diberikan adalah relatif terhadap utara geografis (utara sebenarnya, utara sejati, atau true north), bukan arah utara kompas. Arah utara geografis digunakan sebagai acuan karena arah utara kompas bisa berubah-ubah tiap tahun dan sangat dipengaruhi medan magnet sekitarnya.
Kutub utara magnet bumi juga tidak berhimpit dengan kutub utara rotasi bumi. Kutub utara magnet ini dinamis dan bergeser setiap saat. Karena itu, arah utara kompas tidak selalu menunjuk arah utara geografis. Sementara itu arah utara geografis inilah yang dirujuk pada berbagai peta atau perhitungan arah kiblat.

Cara mudah dan cepat

Bagan cara menentukan arah utara secara kasar
  1. Cara pertama yang cukup mudah dan cepat adalah dengan mengandalkan asumsi bahwa matahari bergerak dari timur ke barat (sebenarnya rotasi bumi menuju arah sebaliknya).
  2. Ambil tongkat atau apa saja yang bisa ditegakkan di atas tanah. Pilih permukaan yang rata dan datar (tidak miring). Usahakan mendirikan tongkat tersebut setegak lurus mungkin. Tongkat dengan ujung kecil atau runcing akan memberikan hasil yang lebih akurat.
  3. Beri tanda pada bayangan ujung tongkat. Misalnya dengan pensil, kapur atau tancapan pin atau paku. Usahakan tandanya sekecil mungkin pada ujung tongkat.
  4. Tunggu sekitar 10-15 menit. Bayangan akan sudah bergerak, namun tidak terlalu jauh. Beri tanda pada bayangan ujung tongkat.
  5. Hubungkan tanda pertama dengan ke dua dengan garis lurus. Itulah arah barat timur. Arah utara selatan dapat dibuat dengan garis yang tegak lurus arah barat timur. Jika anda berdiri di atas garis barat timur dan tanda pertama berada di sebelah kiri anda, maka anda sedang menghadap arah utara geografis.

Cara lebih akurat

Gambar cara praktis menentukan arah utara secara akurat menggunakan bayangan matahari
  1. Tegakkan tongkat lurus di atas tanah yang datar seperti cara mudah di atas. Namun anda harus mulai pengamatan bayangan paling tidak 1 jam sebelum tengah hari.
  2. Tandai bayangan ujung tongkat. Ukur panjang bayangan dengan penggaris atau seutas tali atau potong tongkat lain (kertas) sepanjang panjang bayangan. Atau sebagai alternatif, buatlah tanda lingkaran dengan titik tengah pangkal tongkat dan jari-jari sepanjang panjang bayangan tongkat. (Gunakan tali yang diikatkan pada pangkat tongkat sebagai alat bantu membuat lingkaran)
  3. Setelah lewat tengah hari, amati bayangan. Bayangan akan semakin panjang. Ukurlah bayangan tiap beberapa menit dan berilah tanda ujung bayangan jika bayangan tongkat telah sama dengan panjang bayangan pada saat pengukuran pertama. Atau jika anda menggunakan cara menggambar lingkaran, amati ujung bayangan hingga menyentuh garis keliling lingkaran dan tandailah tempat persentuhan saat itu.
  4. Hubungkan tanda pertama dengan ke dua dengan garis lurus. Sekali lagi, itulah arah barat timur. Arah utara selatan dapat dibuat dengan garis yang tegak lurus arah barat timur. Jika anda berdiri di atas garis barat timur dan tanda pertama berada di sebelah kiri anda, maka anda sedang menghadap arah utara geografis.
sumber: http://www.al-habib.info/arah-kiblat/cara-menentukan-arah-utara-matahari.htm